Bagi pelaku usaha di bidang konstruksi, keberadaan Sertifikat Badan Usaha (SBU) merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang legalitas dan kredibilitas. Namun, biaya jasa pembuatan SBU konstruksi dapat bervariasi tergantung pada jasa yang digunakan, tingkat klasifikasi perusahaan, dan asosiasi yang terlibat. Oleh karena itu, pengusaha perlu menyiapkan anggaran secara matang agar proses pembuatan SBU dapat berjalan lancar tanpa hambatan finansial.
Berapa Biaya Jasa Pembuatan SBU Konstruksi?
Biaya jasa pembuatan Sertifikat Badan Usaha (SBU) sangat bervariasi, dengan kisaran mulai dari Rp350 ribu hingga Rp18 juta. Perbedaan biaya ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti grade perusahaan, asosiasi yang diikuti, serta jasa yang digunakan untuk pengurusan.
Beberapa perusahaan bahkan menyiapkan anggaran hingga belasan juta demi memperoleh sertifikat ini. Mengingat banyaknya variabel yang memengaruhi total biaya, estimasi pasti biasanya baru bisa diketahui setelah pengusaha melakukan konsultasi langsung dengan lembaga atau penyedia jasa pembuatan SBU.
Meski ada opsi untuk mengurus SBU sendiri demi menekan biaya, langkah ini biasanya memakan waktu lebih lama dibandingkan menggunakan jasa profesional. Prosesnya mengharuskan pengusaha menyiapkan berbagai dokumen, mengikuti prosedur administratif yang cukup kompleks, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Tanpa pengalaman yang memadai, risiko terjadinya kesalahan atau kekurangan dokumen juga lebih tinggi. Padahal hal itu dapat memperlambat terbitnya sertifikat.
Dengan menggunakan jasa layanan pembuatan SBU, seluruh proses mulai dari pengumpulan dokumen, pengurusan administrasi, hingga pembayaran biaya jasa pembuatan SBU terkait akan ditangani oleh tim profesional. Sebaliknya, jika mengurus sendiri, pengusaha harus menyiapkan dan mengelola semua persyaratan secara mandiri yang sering kali memakan waktu dan tenaga lebih banyak.
Kehadiran jasa ini sangat membantu karena tidak hanya mempercepat proses. Namun juga memastikan sertifikat yang diterbitkan sesuai dengan kualifikasi konstruksi perusahaan. Sehingga, pengusaha dapat fokus pada pengelolaan bisnis inti mereka.
Pengaruh untuk Menentukan Biaya Pembuatan SBU
Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi penentuan biaya pembuatan SBU konstruksi.
Jumlah Modal dan Skala Bisnis
Ada beberapa kualifikasi SBU di sektor konstruksi Indonesia. Kualifikasi ini akan dikelompokkan berdasarkan modal serta skala dari suatu bisnis perusahaan. Jumlahnya ada 4, yakni kualifikasi usaha kecil, menengah, hingga besar. Badan usaha bisa masuk pada kategori kualifikasi SBU kecil jika punya skala usaha kecil bermodal kurang dari Rp1 Miliar. Biasanya, perusahaan ini hanya menangani proyek tanpa butuh banyak tenaga ahli dan tidak terlalu kompleks.
Akan tetapi, kalau jumlah modal dan kalausahanya besar, maka perusahaan bisa masuk pada kategori kualifikasi SBU menengah. Jumlah modal pada kualifikasi ini ada pada kisaran Rp1 Miliar – Rp10 Miliar dan kompleksnya tinggi.
Jika lebih dari itu, maka sudah pasti kalau badan usaha masuk ke dalam kualifikasi SBU besar. Kualifikasi ini biasanya secara khusus untuk perusahaan dengan modal lebih dari Rp10 Miliar dan siap untuk mengerjakan proyek kompleks sangat tinggi.
Biaya jasa pembuatan SBU nya sendiri juga bervariasi seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Perusahaan dengan kualifikasi kecil akan jauh lebih terjangkau daripada usaha besar. Biasanya pengusaha hanya dikenakan ratusan ribu saja, sementara kualifikasi usaha besar bisa sampai belasan juta.
Kebutuhan Persyaratan Dokumen
Selain kualifikasi usaha, pengusaha juga harus mempertimbangkan semua persyaratan pembuatan SBU konstruksi agar bisa mengetahui jumlah seluruh biaya. Jika belum menyiapkan syarat tapi butuh bantuan dari jasa layanan, maka harganya juga akan mahal.
Syarat ini juga sudah termasuk syarat dokumen legal, informasi tenaga kerja dan sertifikasinya, dokumen terkait peralatan, hingga ISO 37001 dan sertifikasi internasional yang lain. Semua jenis dokumen ini harus pengusaha siapkan sebelum akhirnya membuat SBU.
Akan tetapi, jika hanya ingin memperbarui atau memperpanjang masa berlaku dari sertifikatnya, biasanya cenderung lebih murah. Ini bisa terjadi karena masih ada beberapa dokumen yang bisa digunakan kembali dan tidak perlu membuat ulang kalau tidak ada perubahan.
Syarat Membuat Sertifikasi
Tentu saja perusahaan harus memenuhi syarat terlebih dahulu. Langkah pertama adalah dengan membuat permohonan. Sebelum itu, badan usaha pertambangan harus punya Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai klasifikasi.
Pengajuan permohonan tersebut kepada Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) lewat sistem OSS dengan memilih izin usaha untuk menunjang kegiatan (PB-UMKU) yang telah masuk ke dalam portal perizinan PUPR. Pengusaha bisa mulai mengisi data badan usaha, data keuangan, penjualan tahunan, data milik tenaga kerja, peralatan konstruksi, sistem manajemen mutu dan anti penyuapan.
LSBU akan segera periksa berkas persyaratan lengkap dan meninjau penilaian kemampuan dari badan usaha lewat proses sertifikasi yang meliputi permohonan, pembayaran biaya, verifikasi dan validasi data, serta yang terakhir adalah persetujuan atau penolakan permohonan SBU.
Setelah memahami bahwa proses pengurusan SBU melibatkan banyak tahapan dan persyaratan, sangat disarankan untuk memanfaatkan jasa layanan pembuatan SBU. Dengan begitu, pengusaha dapat memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan hukum, mulai dari pemenuhan dokumen, verifikasi data, hingga pembayaran biaya jasa pembuatan SBU resmi. Langkah ini juga membantu mempercepat penerbitan sertifikat, sehingga perusahaan dapat segera beroperasi dengan legalitas yang terjamin.
Baca Juga : Cara Membuat SBU di OSS untuk Mendapatkan Sertifikat Bukti Legalitas Badan Usaha