Mengurus Sertifikat Badan Usaha (SBU) merupakan langkah wajib bagi perusahaan konstruksi di Indonesia. Salah satu asosiasi populer dalam hal ini adalah GAPENSI (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia). SBU GAPENSI tidak hanya menjadi bukti legalitas usaha, tetapi juga syarat dalam mengikuti tender proyek pemerintah maupun swasta. Namun, banyak pelaku usaha, terutama pemula, masih bingung mengenai biaya pengurusan SBU GAPENSI.
Kisaran Biaya Pengurusan SBU GAPENSI Sesuai Tingkatan Usaha
Pada dasarnya, budget untuk mengurus SBU GAPENSI bervariasi. Biasanya tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah klasifikasi atau kualifikasi usaha. Klasifikasi ini mengacu pada skala usaha yang terbagi ke dalam sejumlah kategori. Sebut saja kategori kecil, menengah, hingga besar.
Setiap kategori memiliki perbedaan kebutuhan, persyaratan teknis, serta biaya administrasi dan verifikasi yang harus pengusaha penuhi. Supaya lebih jelas, berikut simulasi sekaligus penjelasan mengenai biaya pengurusan berdasarkan klasifikasi tersebut.
- Usaha Kecil (K1 – K2 – K3)
Untuk kategori usaha kecil, biaya pengurusan SBU GAPENSI lebih terjangkau. Sektor kecil ini didefinisikan sebagai badan usaha yang memiliki kemampuan mengerjakan proyek konstruksi dengan nilai di bawah Rp1 miliar.
Dalam proses pengurusan SBU GAPENSI, perusahaan di kategori kecil akan dikenakan beberapa jenis biaya. Termasuk biaya keanggotaan asosiasi GAPENSI, sertifikasi tenaga kerja konstruksi (SKK), asesmen dan verifikasi, serta penerbitan SBU oleh LPJK.
Secara umum, total budget untuk mengurus SBU GAPENSI pada kategori kecil berkisar antara Rp7 juta hingga Rp12 juta.
- Usaha Menengah (M1 – M2)
Berikutnya adalah kategori usaha menengah. Perusahaan dalam klasifikasi ini memiliki kemampuan untuk menangani proyek konstruksi dengan nilai antara Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.
Karena ruang lingkup dan tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar, maka biaya pengurusan SBU untuk usaha menengah juga relatif tinggi.
Perusahaan menengah harus menyiapkan biaya keanggotaan GAPENSI lumayan besar serta lebih banyak tenaga kerja yang wajib bersertifikasi.
Di samping itu, proses asesmen hingga verifikasi oleh LSBU juga kian kompleks. Hal ini karena harus menyesuaikan dengan klasifikasi pekerjaan yang perusahaan ajukan.
Secara keseluruhan, estimasi biaya pengurusan SBU GAPENSI untuk kategori menengah berkisar antara Rp13 juta hingga Rp20 juta. Biayanya sudah termasuk seluruh tahapan administratif atau penerbitan sertifikat.
- Usaha Besar (B1 – B2)
Untuk kategori usaha besar, biaya pengurusan menjadi yang paling tinggi. Klasifikasi usaha tersebut menyasar perusahaan yang menangani proyek bernilai di atas Rp10 miliar. Perusahaan ini tentunya juga memiliki struktur organisasi yang sangat kompleks serta lebih banyak tenaga ahli bersertifikasi.
Proses pengurusan SBU untuk usaha besar mencakup biaya administrasi keanggotaan GAPENSI yang lebih tinggi. Sering kali di atas Rp10 juta atau tergantung jumlah sub-klasifikasi dan domisili usaha.
Selain itu, perusahaan besar biasanya wajib memiliki lebih dari satu tenaga ahli bersertifikasi, dengan tingkat SKK mumpuni. Biaya asesmen juga lebih tinggi mengingat audit teknis atau administrasi oleh tim LSBU akan jauh lebih detail.
Secara umum, total biaya pengurusan SBU GAPENSI untuk perusahaan besar dapat berkisar antara Rp23 juta hingga Rp25 juta.
Faktor Tambahan yang Mempengaruhi Biaya
Selain klasifikasi usaha, ada beberapa faktor lain yang bisa mempengaruhi besarnya biaya pembuatan SBU. Salah satunya jumlah sub-bidang klasifikasi yang perusahaan ajukan.
Semakin banyak mendaftarkan bidang, maka budgetnya juga kian tinggi. Ini karena mereka mempengaruhi biaya asesmen dan verifikasi.
Bahkan, jumlah dan tingkat sertifikasi tenaga kerja ikut berpengaruh. Apabila perusahaan belum memiliki tenaga kerja bersertifikasi sesuai bidangnya, maka perlu menambah biaya untuk mengikuti pelatihan dan ujian SKK.
Selain itu, lokasi domisili perusahaan juga berperan penting. Hal itu karena ada perbedaan biaya operasional di masing-masing wilayah DPD GAPENSI.
Melalui simulasi di atas, diharapkan pelaku usaha bisa mempersiapkan anggaran dengan lebih baik serta menghindari biaya tak terduga. Bagi yang baru pertama kali membuat, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung tentang biaya pengurusan SBU GAPENSI dengan DPD di wilayah masing-masing. Bisa juga menggunakan jasa konsultan terpercaya yang memahami alur pengurusan SBU sesuai ketentuan LPJK terbaru.
Baca Juga : Cara Cek SBU Online di OSS